Text
Agroforestry
Deskripsi\\r\\nBuku Kehutanan yang berjudul Buku Agroforestry merupakan karya Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca dan Ramdhoani. Agroforestry sebagai cabang ilmu terapan memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan kerusakan lingkungan, perubahan iklim, degradasi lahan, dan kebutuhan peningkatan produktivitas pertanian. Sistem ini mengintegrasikan pohon, tanaman pertanian, dan ternak dalam suatu unit lahan secara terpadu untuk memberikan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai prinsip dasar, perencanaan, pengelolaan, diversifikasi, hingga implementasi teknologi modern dalam Agroforestry menjadi sangat penting untuk membentuk sumber daya manusia pertanian yang adaptif dan berwawasan lingkungan.\\r\\nBuku ini adalah panduan komprehensif dan esensial yang menjembatani ilmu kehutanan dan pertanian, menawarkan blueprint untuk sistem penggunaan lahan yang tangguh dan berkelanjutan. Mulai dari definisi dan sejarah perkembangan global hingga implementasi sistem agroforestry di Indonesia, buku ini mengupas tuntas prinsip-prinsip vital seperti integrasi tanaman/hewan dan diversifikasi hayati. Pelajari bagaimana berbagai sistem agroforestry (berbasis kayu, perkebunan, hingga pangan) dapat menghasilkan manfaat ganda. Temukan analisis mendalam mengenai keuntungan ekologis, termasuk peningkatan keragaman hayati dan pengelolaan sumber daya air, sekaligus manfaat ekonomis yang konkret, seperti peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Puncaknya, Anda akan dibimbing langkah demi langkah dalam perancangan sistem agroforestry yang berkelanjutan, lengkap dengan model lanskap inovatif. Buku Agroforestry ini referensi wajib bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, dan praktisi yang bertekad membangun masa depan pertanian yang hijau, produktif, dan menguntungkan.\\r\\nDaftar isi\\r\\nKATA PENGANTAR - vi\\r\\nKATA PENGANTAR PENERBIT - vii\\r\\nDAFTAR ISI - viii\\r\\nDAFTAR GAMBAR - xi\\r\\nDAFTAR TABEL - xv\\r\\n\\r\\n\\r\\nBAB I PENGELOLAAN LAHAN BASAH DAN PASCATAMBANG - 1\\r\\n1.1. Sekilas Kegiatan Pertambangan Terbuka - 2\\r\\n1.2. Definisi Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) - 11\\r\\n1.3. Sejarah Singkat dan Penerapan Hutan Berawa Buatan - 15\\r\\n1.4. Potensi Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) & Lahan Reklamasi Pascatambang - 17\\r\\n\\r\\n\\r\\nBAB II PERKEMBANGAN HUTAN BERAWA DAN PASCATAMBANG - 19\\r\\n2.1. Sekilas Perkembangan Hutan Berawa - 19\\r\\n2.2. Reklamasi Pascatambang - 24\\r\\n\\r\\n\\r\\nBAB III SWAMPY FOREST: PENGEMBANGAN PASSIVE TREATMENT AIR ASAM TAMBANG - 29\\r\\n3.1. Anoxic Limestone Drain (ALD) - 30\\r\\n3.2. Open Limestone Drain (OLD) - 30\\r\\n3.3. Reducing Alkalinity Producing System (RAPS) - 32\\r\\n3.4. Lahan Basah Buatan (Constructed Wetland) - 33\\r\\n3.5. Pengembangan Passive Treatment dengan Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) - 37\\r\\n3.6. Perancangan Tahap Ke-1 (Pemilihan Bahan) - 40\\r\\n3.6.1. ... (TB) - 48\\r\\n3.6.2. Perancangan Pemilihan Jenis Pohon (3C) - 52\\r\\n3.7. Perancangan Tahap Kedua (3A-AWC) - 56\\r\\n3.8. Perancangan Tahap Ketiga (Pilot Project) - 58\\r\\n3.9. Konstruksi Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) - 60\\r\\n3.9.1. Saluran Terbuka - 61\\r\\n3.9.2. Kolam Sedimen (Pengendap Lumpur) - 62\\r\\n3.9.3. Kolam Pengolahan - 63\\r\\n\\r\\n\\r\\nBAB IV BAGAIMANA HUTAN BERAWA BUATAN (SWAMPY FOREST) MENGOLAH AIR ASAM TAMBANG - 70\\r\\n4.1. Permasalahan AAT: pH Rendah dan Logam Berat - 71\\r\\n4.2. Merekayasa Kecerdasan Alam atasi AAT - 71\\r\\n4.3. Mitigasi Remediasi Menuju Restorasi Ekosistem - 72\\r\\n4.4. Rekayasa Memanfaatkan Proses Oksidasi Menjadi Reduksi - 74\\r\\n4.5. Optimalisasi Vegetasi untuk Melampaui Valuasi Tutupan Lahan - 77\\r\\n4.6. Transformasi Deviasi Komprehensif menuju Kepatuhan - 85\\r\\n\\r\\n\\r\\nBAB V KETERKAITAN MEDIA DENGAN SISTEM HUTAN BERAWA BUATAN (SWAMPY FOREST) - 88\\r\\n5.1. Ketepatan dalam Pemilihan Bahan Organik dan Vegetasi - 88\\r\\n5.2. Rekayasa Fungsional Komposisi Vegetasi - 89\\r\\n5.3. Sinergi Bahan Organik dan Vegetasi - 91\\r\\n5.4. Potensi Vegetasi Introduksi sebagai Akselerator - 93\\r\\n5.4.1. Rumput Typha (Typha angustifolia) - 93\\r\\n5.4.2. Rumput Vetiver (Chrysopogon zizanioides) - 94\\r\\n5.5. Karakteristik Vegetasi Lokal Lahan Basah - 97\\r\\n5.5.1. Rumput Purun (Eleocharis dulcis) - 97\\r\\n5.5.2. Rumput Teki Bambu (Cyperus sp.) - 98\\r\\n5.5.3. Pohon Galam (Melaleuca leucadendron) - 98\\r\\n5.5.4. Pohon Bangkal (Nauclea orientalis) - 99\\r\\n5.6. Potensi Kombinasi Bahan Organik dan Vegetasi Pilihan - 100\\r\\n\\r\\n\\r\\nBAB VI PEMILIHAN SISTEM HUTAN BERAWA BUATAN (SWAMPY FOREST) DALAM PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG, APAKAH EFEKTIF? - 103\\r\\n6.1. Mewariskan Ekosistem Hijau dan Berkelanjutan - 103\\r\\n6.2. Penguatan Peran Media dalam Mekanisme Rekayasa - 104\\r\\n6.3. Perbandingan Logika Biaya dan Kepatuhan Regulasi - 105\\r\\n6.4. Tata Kelola Menuju Masa Depan dan Wawasan Hijau yang Bertanggung Jawab - 107\\r\\n\\r\\n\\r\\nREFERENSI - 110\\r\\nLAMPIRAN - 115\\r\\nPROFIL PENULIS - 163
No other version available