Text
Ekolinguistik Helaketa: Relasi Bahasa, Budaya dan Lingkungan dalam Ritual Adat
Deskripsi\\r\\nBuku Ekolinguistik Helaketa: Relasi Bahasa, Budaya dan Lingkungan dalam Ritual Adat\\r\\nBuku Linguistik yang berjudul Buku Ekolinguistik Helaketa: Relasi Bahasa, Budaya dan Lingkungan dalam Ritual Adat merupakan karya Maria Magdalena Namok Nahak, dkk. Bahasa pada hakikatnya merupakan fenomena dinamis yang senantiasa dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, terdapat hubungan timbal balik antara bahasa dengan lingkungan tempat bahasa itu hidup, di mana bahasa sendiri merupakan hasil penyesuaian antara manusia dan alam sekitarnya. Perkembangan yang terjadi pada bahasa sering kali dipicu oleh perubahan lingkungan, dan hal ini dapat diamati melalui berbagai ungkapan metaforis. Buku ini mengeksplorasi hubungan dinamis antara bahasa, budaya, dan spiritualitas dalam ritual helaketa masyarakat Meto melalui pendekatan ekolinguistik. Sebagai cerminan lingkungan dan kebudayaan, bahasa Uab Meto tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penjaga kearifan lokal yang tertanam dalam tradisi leluhur.\\r\\nPenulis membahas peran bahasa sebagai refleksi lingkungan dalam ritual adat helaketa, menekankan bagaimana kosakata dan tuturan adat menjadi penghubung antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual. Di dalam buku ini dijelaskan pula dasar teoretis ekolinguistik sebagai ruang dialog antara bahasa, budaya, dan alam. Buku Ekolinguistik Helaketa: Relasi Bahasa, Budaya dan Lingkungan dalam Ritual Adat ini sangat cocok menjadireferensi akademis bagi peneliti linguistik, antropologi, dan kajian budaya, sekaligus menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat luas yang peduli terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah. Juga sebagai upaya pelestarian warisan budaya takbenda di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste. Helaketa bukan sekadar ritual, melainkan sistem pengetahuan yang hidup, diwariskan melalui bahasa, dan terus beradaptasi dengan dinamika zaman.\\r\\nBerikut Daftar Isi Buku Linguistik yang berjudul Buku Ekolinguistik Helaketa: Relasi Bahasa, Budaya dan Lingkungan dalam Ritual Adat, diantaranya:\\r\\nBahasa sebagai Cerminan Lingkungan dalam Ritual Adat Helaketa\\r\\nEkolinguistik sebagai Ruang Dialog Bahasa, Budaya, dan Alam\\r\\nTuturan dan Leksikon Helaketa\\r\\nDAFTAR ISI\\r\\n\\r\\nSEKAPUR SIRIH ................................................ vi\\r\\nPRAKATA\\r\\nKATA PENGANTAR PENERBIT\\r\\nDAFTAR ISI ...................................................... ix\\r\\nDAFTAR GAMBAR\\r\\nDAFTAR TABEL\\r\\n\\r\\nBAB I\\r\\n\\r\\nBAHASA SEBAGAI CERMINAN LINGKUNGAN DALAM RITUAL ADAT HELEKETA ........................................ 1\\r\\n\\r\\nBAB II\\r\\n\\r\\nEKOLINGUISTIK SEBAGAI RUANG DIALOG BAHASA, BUDAYA, DAN ALAM\\r\\n\\r\\nA. Bahasa sebagai Cerminan Lingkungan: Pendekatan Ekolinguistik ........................................................ 3\\r\\nB. Simbiosis Bahasa dan Kebudayaan dalam Kajian Linguistik ............................................................... 15\\r\\n\\r\\nBAB III\\r\\n\\r\\nTUTURAN DAN LEKSIKON HELEKETA .................... 18\\r\\n\\r\\nA. Tuturan Awal Pertemuan Suku Oeleu Insana ........... 18\\r\\nB. Arti Kata Tuturan Adat Heleketa ............................. 20\\r\\nC. Tuturan Awal Pertemuan Suku Sapala Lopo Amamban–Amanatun .................................................... 23\\r\\nD. Tuturan Pengorbanan ............................................. 25\\r\\nE. Korpus Heleketa ...................................................... 27\\r\\nF. Korpus Leksikon Bahan dan Alat Ritual Heleketa ..... 29\\r\\nG. Korpus Leksikon Verba Heleketa ............................. 31\\r\\nH. Korpus Leksikon Nomina Heleketa ........................... 32\\r\\nI. Leksikon Heleketa dalam Bentuk dan Struktur Lingkungannya ........................................................... 34\\r\\n\\r\\nDAFTAR PUSTAKA
No other version available