Text
Longsor Bawah Laut: Kajian Geologi Bawah Permukaan dalam Kerangka Keberlanjutan
Longsor Bawah Laut: Kajian Geologi Bawah Permukaan dalam Kerangka Keberlanjutan Buku Teknik yang berjudul Buku Longsor Bawah Laut: Kajian Geologi Bawah Permukaan dalam Kerangka Keberlanjutan merupakan karya Harya Dwi Nugraha. Longsor bawah laut adalah bencana alam yang jarang mendapat perhatian di Indonesia, hingga tsunami Selat Sunda pada tahun 2018 mengubah perspektif tersebut. Tsunami yang awalnya dianggap akibat air laut pasang ternyata dipicu oleh longsornya lereng Gunung Anak Krakatau. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya memahami fenomena longsor bawah laut tidak hanya dalam konteks kebencanaan, tetapi juga sebagai bagian dari tantangan keberlanjutan global, termasuk di dalamnya perubahan iklim, kebencanaan, dan transisi energi. Buku ini mengulas proses pengendapan longsor bawah laut, serta kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan memanfaatkan data bawah permukaan seperti data seismik refleksi dan data sumur, yang umumnya digunakan dalam eksplorasi minyak dan gas bumi, buku ini menunjukkan potensi nilai tambah dari data geologi bawah permukaan ini. Data tersebut ternyata juga sangat berguna untuk membantu memahami proses geologi yang berdampak pada kehidupan manusia. Daftar ISi Pengantar Penerbit - v Pengantar Ketua Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) - vi Pengantar Ketua Indonesian Society of Petroleum Geologists (ISPG) - vii Pengantar Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pertamina - viii Kata Pengantar - ix Daftar Isi - xi Daftar Gambar - xii Daftar Tabel - xxi BAB 1: Mengenal Longsor Bawah Laut - 1 BAB 2: Longsor Bawah Laut: Interpretasi Geologi Bawah Permukaan - 5 A. Kajian Geologi Bawah Permukaan terkait Longsor Bawah Laut - 5 B. Studi Tematik Longsor Bawah Laut dengan Data Bawah Permukaan - 7 BAB 3: Longsor Bawah Laut dalam Lingkungan Pengendapan Laut Dalam - 14 A. Proses dan Produk Arus Dasar Laut (Bottom Currents) - 15 B. Proses dan Produk Longsor Bawah Laut - 17 BAB 4: Inisiasi, Translasi, dan Deposisi Longsor Bawah Laut - 28 A. Mekanisme Inisiasi - 28 B. Morfologi - 29 C. Klasifikasi - 32 D. Kompleksitas Proses Deposisi Longsor Bawah Laut - 33 BAB 5: Bagaimana Longsor Bawah Laut Dapat Merekam Peristiwa Berskala Lempeng? - 42 A. Geologi Regional - 44 B. Interpretasi Data Seismik Refleksi dan Data Sumur - 46 C. SU-1 (Kapur Akhir) - 48 D. SU-2 (Paleosen Awal-Miosen Akhir) - 51 E. SU-3 (Miosen Akhir-Sekarang) - 53 F. Longsor Bawah Laut sebagai Indikator Tumbukan Lempeng Australia dengan Lempeng Eurasia - 56 BAB 6: Seberapa Erosifkah Longsor Bawah Laut? - 72 A. Estimasi Erosivitas Longsor Bawah Laut dengan Vd/Ve Ratio - 73 B. Tinjauan Global Erosivitas Longsor Bawah Laut - 74 C. Sebagian Besar Longsor Bawah Laut Bersifat Erosif - 74 D. Implikasi Vd/Ve Ratio untuk Geohazard Risk Assessment - 76 BAB 7: Bagaimana Variasi Lateral Terjadi pada Tubuh Longsor Bawah Laut? - 79 A. Sekilas tentang Lokasi Studi - 80 B. Haya Slide - 81 C. Proses Translasi Haya Slide - 84 D. Variabilitas Lateral dari Frontal Geometry - 85 BAB 8: Menilik Longsor Bawah Laut dari Perspektif Keberlanjutan - 96 A. Definisi Keberlanjutan - 96 B. Peta Jalan Pembangunan Berkelanjutan - 97 C. Aspek Lingkungan - 98 D. Aspek Sosial - 101 E. Aspek Ekonomi - 101 Referensi - 116 Profil Penulis - 160
No other version available